Wagub Rano Karno Targetkan Abnon 2026 Jadi Ujung Tombak Promosi Global Jakarta

By Admin


Dok. Humas DKI
nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar ajang pencarian duta pariwisata bergengsi pada Kamis (13/8/2026) di The Saint Regis Jakarta Hotel, Jakarta Selatan. "Saya tidak tahu siapa yang akan jadi pemenang, tapi pastinya 36 Abang dan None ini menjadi ujung tombak dari pusat informasi terhadap dunia internasional," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Kompetisi tahunan yang telah berjalan sejak 1972 ini disiapkan untuk menjaring talenta unggul pelestari budaya Betawi. "Mereka yang menjadi finalis ini merupakan generasi muda terpilih," ujar Rano saat membuka acara tersebut.

Tugas berat telah menanti para peserta menjelang perayaan hari ulang tahun ke-500 Jakarta yang jatuh pada tahun 2027 mendatang. Rano memberikan instruksi tegas, "Saat kegiatan bertaraf internasional itu, salah satu tugas Abnon adalah memperkenalkan kepada tamu internasional Jakarta sebagai kota global."

Persiapan ini dinilai mendesak karena daerah tersebut dijadwalkan menerima kunjungan delegasi asing berskala masif pada Oktober tahun depan. "Tamu dari 52 negara berbeda bakal hadir, sehingga adik-adik sekalian harus menjadi penyampai apa yang Jakarta sajikan kepada bangsa lain," tambahnya.

Pemerintah daerah mengklaim bahwa berbagai strategi pembangunan sejauh ini telah berhasil mendongkrak posisi kota di kancah global. "Upaya yang telah dilakukan selama ini mendorong peringkat Jakarta dari urutan 74 menjadi 71 top kota global dunia," ungkap Rano meyakinkan publik.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta memastikan bahwa seleksi berjalan ketat untuk mencari representasi terbaik. "Kita mencari insan muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian membawa pariwisata dan ekonomi kreatif semakin maju," tutur Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Andika Pratama.

Demi menjaga objektivitas, panitia menggandeng tim penilai independen dari berbagai institusi strategis tingkat nasional maupun daerah. "Proses penjurian lomba melibatkan para pakar dan profesional yang kompeten di bidangnya masing-masing," pungkas Andika. (*)